Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Dan Cara Mencegahnya


Selamat sehat sobat nutrielife. Mie instan merupakan salah satu makanan yang lezat, praktis, dan murah. Ketiga hal tersebut menyebabkan mie instan begitu banyak diminati, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, apalagi para penghuni kost-kostan yang didominasi oleh para pelajar. Akan tetapi, sobat perlu memperhatikan Pendapat Para Pakar Kesehatan Tentang Mie Instan,  Potensi Bahaya Mie Instan dan Cara Mencegahnya, supaya kita bisa lebih bijaksana dalam mengkonsumsinya.

Potensi Bahay Mie Instan, Cara Memasak Mie Instan Dengan Sehat, Pendapat Pakar Kesehatan Tentang Mie Instan
Mie Instan, Lezat, Praktis dan Murah, Namun Perlu Dikonsumsi Dengan Bijaksana

Dalam pembahasan kali ini, nutrielife akan membahas mengenai 2 hal, yaitu potensi bahaya mie instan bagi kesehatan dan cara memasak mie instan agar lebih sehat. Tentu saja ketiga hal tersebut akan kami bahas berdasarkan pendapat para pakar kesehatan.


1. Potensi Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

Potensi Karbohidrat Berlebih
Dokter Ryan Thamrin, atau mungkin kita mengenalnya sebagai Dokter OZ Indonesia, melakukan percobaan dengan mencelupkan mie instan mentah kedalam air yang dicampur dengan betadine. Sebelumnya larutan betadine berwarna kecoklatan, dan mie instan berwarna kekuningan. Setelah dicelupkan beberapa saat, baik larutan betadine maupun bagian mie instan yang tercelup, berubah warna menjadi abu-abu kehitaman.

Menurut dokter OZ, perubahan warna tersebut mengindikasikan tingginya kandungan karbohidrat dalam mie instan. Dampak dari terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat sendiri adalah seperti diabetes, penumpukan karies gigi, penyakit jantung, produksi lemak berlebihan (obesitas), resiko kanker dan tekanan darah tinggi.

Potensi Zat Karsinogen
Kemudian, mie instan juga mengandung pengawet berupa butylated hidroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ) yang bersifat kersinogenik, yaitu paparan zat yang berpotensi dapat memicu kanker (karsinogen). Bumbu mie instan mengandung penyedap rasa berupa monosodium glutamate (MSG) dengan kadar yang tinggi.

Potensi MSG Berlebih
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Food and Agriculture Organization (FAO) serta World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan MSG sebagai makanan yang secara umum aman. Namun bila dikonsumsi terlalu banyak, MSG memiliki dampak negative bagi kesehatan kita. Sebuah penelitian menunjukan, seseorang yang mengkonsumsi MSG sebanyak 3 gram dalam satu sajian masakan, akan mengalami keluhan berupa pusing, otot terasa tegang, kesemutan dan wajah memerah. Selain itu, konsumsi MSG berlebih dalam jangka panjang terbukti menyebabkan tekanan darah tinggi.

Potensi Sindrom Metabolik
Mengonsumsi mie instan juga berpotensi terkenanya sindrom metabolic, yaitu sekelompok gejala berupa obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah yang tinggi, dan tingkat kolesterol HDL yang rendah. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menyebutkan bahwa mereka yang mengkonsumsi mie instan lebih dari 2 kali dalam seminggu, memiliki potensi 68% lebih tinggi terkena sindrom metabolic.


2. Cara Sehat Memasak Dan Mengkonsumsi Mie Instan

Setelah kita mengetahui potensi bahaya akibat mengkonsumsi mie instan, berikut tips memasak dan mengkonsumsi mie instan agar dapat menurunkan potensi bahayanya ya sobat.

Memasak Mie Instan Dengan Sehat
Memasak Mie Instan Dengan Sehat

Memasaknya Hingga Matang
Prof. Dr. Endang L. Achadi dari departemen gizi fakultas kesehatan masyarakat Universitas Indonesia (UI), menerangkan bahwa mie setengah matang belum mengembang secara sempurna, sehingga akan memicu sakit perut ketika mie mengembang didalam lambung kita. Mungkin inilah penyebabnya dalam petunjuk masak mie instan, kita diminta merebus hingga 3 menit, dan bila kita melakukannya selama itu, pasti mie kita akan terlalu matang dan kurang nikmat. Begitulah yang nutrinesia sendiri rasakan.

Menggunakan Air Baru Sebagai Kuah
Air rebusan mie instan biasanya akan berubah menjadi keruh karena mie instan dibuat dengan proses penggorengan hingga kering. Saat direbus, minya jenuh yang ada dalam mie instan akibat proses penggorengan tersebut, akan keluar dan membuat air keruh. Menurut dokter Nany Leksokumoro dari Omni Hospital, membuang air bekas rebusan dan menggantinya dengan air baru adalah sebuah cara untuk mengeliminasi lemak yang terkandung dalam air rebusan mie instan. Jadi, lakukan tips ini juga ya sobat ketika kita memasak mie instan.

Mengurangi Bumbu Yang Tersedia
Dokter Ari Fahrial Syam, seorang pakar kesehatan pencernaan dari RS. Cipto Mangunkusumo, menjelaskan bahwa bumbu mie instan dapat memicu sakit perut. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi penggunaan bumbu mie instan ya sobat, misalnya gunakan setengahnya saja, atau kalau masih kurang, gunakan ¾ nya. Selain itu, sobat juga bisa meninggalkan penggunaan bumbu minya pada mie instan untuk mengurangi konsumsi lemaknya.

Lengkapi Dengan Sumber Nutrisi Alami
Mie instan kaya akan karbohidrat, namun tidak memiliki nutrisi empat sehat lima sempurna lainnya untuk menunjang nutrisi tubuh kita. Oleh karena itu, sebaiknya sobat tambahkan sumber nutrisi lain, seperti telur sebagai sumber protein, dan sayur-sayuran sesuai selera sobat untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan serat.
  
Tidak Untuk Dikonsumsi Berlebihan
Menurut dokter Ari Fahrial Syam, konsumsi mie instan sebaiknya dilakukan dalam kondisi darurat saja, yaitu bila memang tidak ada makanan lain. Hal tersebut dikarenakan potensi dampak negatifnya. Namun, bila memang ingin makan mie instan, nutrielife menyarankan agar tidak berlebihan ya sobat. Misalnya maksimal 2 kali seminggu.

Tidak Dikonsumsi Untuk Menu Sahur Puasa
Mie instan mengandung kadar glikemik yang tinggi, sehingga proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa dan proses penyerapannya oleh tubuh sebagai sumber energi berlangsung dalam waktu yang cepat. Hal tersebut menyebabkan konsumsi mie instan akan lebih cepat lapar kembali dibandingkan dengan mengkonsumsi nasi pada kadar yang sama. Begitulah menurut dokter Nurul Ratna Manikam dari RS. Cipto Mangunkusumo. Oleh karena itu, sobat nutrielife sebaiknya tidak menjadikan mie instan sebagai menu sahur saat berpuasa.


Demikian informasi kesehatan yang dapat nutrielife bagikan kepada sobat semua mengenai Pendapat Para Pakar Kesehatan Tentang Mie Instan. Semoga sobat yang sangat menyukai mie instan, bisa lebih memperhatikan kesehatan sobat dengan melakukan tips yang kami bagikan. Kunjungi kembali situs nutrielife.com sebagai sumber referensi berbagai tips dan solusi kesehatan sobat semua. Salam sehat - nutrielife.com.

0 Response to "Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Dan Cara Mencegahnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah 2

Iklan Bawah Artikel