Penyakit Tifus : Gejala, Sebab, Dan Pengobatannya


Salam sehat sobat nutrielife – Pada tulisan kali ini, nutrielife akan membahas mengenai apa itu penyakit tifus, gejala, sebab dan pengobatannya. Perlu sobat ketahui, di Indonesia tifus kerap disamakan dengan penyakit tipes atau demam typhoid. Belum diketahui sejak kapan kekeliruan ini terjadi, namun nampaknya sudah menjadi hal lumrah bila seseorang mengidap penyakit tifus, maka maksud yang di terima oleh orang lain adalah demam typhoid (tipes). Bahkan, sebuah artikel dalam situs kesehatan terpercaya seperti Alodokter pun menyebutkan bahwa “Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii”. Padahal pernyataan tersebut sebenarnya tidaklah benar.

Gejala, Penyebab dan Obat Penyakit Tifus
Penyakit Tifus

Faktanya, penyakit tifus dan penyakit tipes adalah dua jenis penyakit yang berbeda, penyebabnya berbeda, dan obatnya pun berbeda. Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri salmonella thypii yang terdapat dalam tinja dan kotoran binatang. Sedangkan penyakit tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Rickettsia thypii atau R. prowazekii yang dapat menyebar melalui kutu, tungau dan caplak. Nah, untuk memahami lebih dalam mengenai penyakit tifus, penyebab, gejala dan cara pengobatannya, silahkan sobat menyimak pembahasan kami.


Penyebab Penyakit Tifus
Telah kami sebutkan bahwa penyakit tifus disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Rickettsia typhi atau R. prowazekii. Bakteri penyebab tifus ini dapat menyebar melalui ektoparasit, seperti kutu, tungan dan caplak, lalu kemudian dapat menginfeksi manusia. Ektoparasit ini kerap ditemukan pada bulu tikus, kucing dan tupai. Selain dari binatang, ektoparasit juga bisa terdapat pada pakaian, sprei Kasur, dan juga rambut manusia.

Dikutip dari Hellosehat, penyakit tifus diklasifikasikan menjadi 4 jenis berdasarkan bakteri penyebabnya. Setiap bakteri juga memiliki cara penularan yang berbeda-beda. Berikut adalah 4 jenis penyakit tifus:

1. Epidemik Thypus
Epidemik thypus disebabkan oleh bakteria Rickettsia prowazeki yang ditularkan oleh gigitan kutu rambut pada tubuh manusia. Jenis penyakit ini dapat menyebabkan sakit berat dan bahkan kematian.

2. Endemik Thypus atau Tifus Murine
Tifus jenis ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang ditularkan oleh kutu loncat pada tikus. Penyakit ini mirip dengan epidemik thypus, tapi memiliki gejala tifus yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian.

3. Scrub Typhus
Disebabkan oleh bakteri Orientia tsutsugamushi, ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisa menyerang manusia dalam tingkat yang ringan sampai berat.

4. Spotted Fever
Demam yang disertai dengan bintik-bintik merah pada kulit disebarkan oleh gigitan hewan caplak yang terinfeksi bakteri kelompok Rickettsia.


Penyebaran Bakteri Penyebab Tifus
Bakteri rickettsia prowazekii (penyebab tifus endemic) dapat disebarkan oleh kutu rambut manusia. Bakteri tersebut tumbuh dalam usus kutu. Infeksi dapat terjadi bila sobat sering menggaruk atau menyentuh luka atau rasa gatal akibat gigitan kutu rambut. Infeksi ini juga lebih retan dialami pada musim hujan dan ketika pakaian yang dipenuhi kotoran kutu tidak dicuci dan digunaan secara bergantian. Hal tersebut merupakan kondisi yang optimal untuk penyebaran penyakit tifus.

Pada kasus endemik yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, penularan penyakit ini terjadi ketika sobat menghirup udara yang terinfeksi bakteri penyebab tifus. Misalnya saat Anda membersihkan gedung lama yang berdebu dan banyak dihuni oleh tikus yang terinfeksi kutu. Sementara risiko sobat terkena scrub thypus meningkat pada musim kemarau, ketika kutu dan tungau sedang aktif berkembang biak di semak-semak atau padang rumput.


Gejala Akibat Tifus
Berikut adalah  beberapa gejala penyakit tifus yang paling umum. Bila sobat atau keluarga sobat mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter demi mencegah terjadinya dampak yang lebih buruk.
  1. Demam tinggi, biasanya sekitar 40 derajat celcius
  2. Diare atau sembelit
  3. Sakit punggung
  4. Merasa tidak enak badan
  5. Batuk kering
  6. Sakit kepala
  7. Mual atau muntah
  8. Sakit perut
  9. Nyeri sendi dan otot

Gejala tifus lainnya mungkin juga akan muncul ruam serta bintik-bintik berwarna gelap seperti gejala kudis/scabies di area tubuh yang digigit oleh kutu. Ruam ini juga mungkin menyebar ke seluruh tubuh seperti wajah, telapak tangan, atau kaki.


Cara Mencegah Penyakit Tifus
Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah sobat dan keluarga dari terjangkitnya penyakit tifus:

1. Gunakanlah Obat Pembasmi Serangga
Semprotkanlah obat pembasmi serangga pada area kamar dan rumah yang berpotensi menjadi sarang kutu, seperti pada sprei dan Kasur, lemari pakaian, dan area lain yang khususnya berbau apek.

2. Rajin Mencuci Tangan
Cucilah tangan sobat setiap kali hendak memulai aktivitas. Gunakanlah sabun antiseptik untuk menjaga kebersihan tangan sobat.

3. Cuci semua pakaian dan Sprei Tempat Tidur
Gunakanlah air panas dan sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk, dan sprei, atau jika perlu direbus untuk membunuh tungau yang masih tertinggal.

4. Biarkan Tungau Mati Kelaparan
Untuk benda-benda yang tidak dapat dicuci, Anda dapat memasukkan benda-benda tersebut ke dalam plastik tertutup dan letakkan di tempat yang jarang dijangkau selama beberapa minggu. Tungau akan mati dalam beberapa hari ketika dibiarkan tanpa makanan.

5. Hindari Kontak
Penyakit ini dapat menular lewat kontak fisik. Oleh karena itu hindarilah kontak langsung dengan penderita tifus dalam waktu yang lama. Selain itu, hindari juga kebiasaan saling menggunakan barang-barang pribadi seperti handuk yang dapat menularkan penyakit ini.

6. Bersihkan Seluruh Ruangan di Rumah
Dengan menggunakan mesin penyedot debu (vacuum cleaner), bersihkan semua karpet dan furnitur yang ada di dalam rumah. Jangan lupa, gunakan masker wajah saat membersihkan daerah tersebut. Hal ini dilakukan agar sobat tidak menghirup debu yang terkontaminasi oleh kotoran hewan pengerat.

7. Konsultasi ke Dokter
Segera cek kesehatan setelah berkunjung ke daerah endemik di mana penyakit ini sedang mewabah. Meskipun sobat tidak merasakan gejala tifus, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan. Pasalnya dalam banyak kasus, gejala tifus baru muncul setelah beberapa minggu terinfeksi.


Obat Penyakit Tifus
Penyakit ini bisa diatasi dengan antibiotik. Salah satu obat tifus yang sering diresepkan dokter adalah antibiotik tetracycline seperti doxycycline. Pengobatan menggunakan antibiotik ini biasanya sudah dimulai sebelum hasil tes darah atau biopsi diketahui.

Obat tifus ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Obat ini tidak bekerja untuk infeksi virus (seperti pilek, flu). Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, berlebihan, atau tidak diperlukan dapat memengaruhi efektivitas obat.

Antibiotik bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh Anda tetap dalam kadar yang konstan. Jadi, gunakan obat tifus ini dengan interval yang kurang lebih sama. Kebanyakan orang mulai merasa lebih baik dalam 48 jam (2 hari) setelah memulai perawatan. Namun, penting untuk tetap melanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis, bahkan jika sobat merasa gejala tifus menghilang setelah beberapa hari.

Menghentikan obat terlalu cepat dapat membuat bakteri lanjut berkembang, yang akhirnya kembali terinfeksi. Beri tahu dokter jika kondisi sobat tidak membaik atau justru malah semakin memburuk. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.


Makanan Dan Minuman Penderita Tifus

1. Makanan yang aman dikonsumsi
  • Makanan yang dimasak sampai benar-benar matang
  • Buah dan sayur yang dicuci dengan air bersih atau Anda kupas sendiri
  • Produk susu yang dipasteurisasi
  • Makanan lunak, lembek, dan berkuah untuk memudahkan Anda mengonsumsinya
  • Makanan bernutrisi dan bergizi tinggi guna mempercepat proses pemulihan

2. Makanan yang tidak aman dikonsumsi
  • Makanan yang disajikan pada suhu ruangan
  • Makanan dari warung pinggir jalan
  • Telur mentah atau setengah matang
  • Daging atau ikan mentah atau setengah matang
  • Buah dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas
  • Rempah-rempah dari bahan yang segar
  • Salad, karedok, atau lalapan (intinya yaitu sayur mentah yang tidak dimasak)
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Bushmeat (daging monyet, kelelawar, dan hewan liar lainnya)
  • Makanan berlemak tinggi seperti santan, gorengan, junk food, dan lain sebagainya.

3. Minuman yang aman dikonsumsi
  • Minuman kemasan botol yang disegel (yang dikarbonasi lebih aman)
  • Air yang direbus, difilter, atau diolah terlebih dahulu
  • Es yang dibuat di dalam botol atau air yang bebas infeksi
  • Minuman karbonasi kemasan botol dan segel, serta minuman olahraga
  • Kopi atau teh panas
  • Susu yang dipasteurisasi

4. Minuman yang tidak aman dikonsumsi
  • Air keran atau sumur
  • Es yang dibuat dari air keran atau sumur
  • Air yang dibuat dengan air sumur atau keran
  • Es loli atau popsicle
  • Susu yang tidak dipasteurisasi

Demikian penjelasan yang dapat kami berikat kepada sobat sekalian mengenai penyakit tifus, gejala, penyebab dan pengobatannya. Semoga bermanfaat dan menjadi solusi kesehatan bagi sobat yang sedang mengidap penyakit tifus. Jangan lupa hidup sehat – nutrielife.com.

0 Response to "Penyakit Tifus : Gejala, Sebab, Dan Pengobatannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah 2

Iklan Bawah Artikel