Macam-Macam Vitamin Yang Larut Dalam Air, Ini Manfaatnya

Salam sehat sobat nutrielife. Artikel kali ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya dengan judul Macam-Macam Vitamin, Nama Lainnya, Manfaatnya, Dan Sumbernya. Karena konten yang kami rasa terlalu panjang, maka nutrielife sengaja membagi pembahasan menjadi dua bagian. Yang pertama pada artikel sebelumnya tersebut membahas mengenai vitamin yang larut dalam lemak, yang terdiri dari vitamin A,D,E dan vitamin K. Lalu pada pembahasan kali ini, nutrielife akan membahas bagian kedua, yaitu Macam-Macam Vitamin Yang Larut Dalam Air Dan Manfaatnya. Langsung saja sobat bisa simak pembahasannya sebagai berikut ini.


Sebagai catatan sobat semua, dampak kelebihan asupan vitamin yang larut dalam air tidak signifikan, karena kelebihannya akan dibuang bersama urin. Oleh karena itu, tidak seperti pada artikel sebelumnya, pembahasan kali ini tidak ada penjelasan dampak kelebihan vitamin.

Buah dan Sayur Sebagai Salah Satu Sumber Nutrisi Vitamin
Buah dan Sayur Sebagai Salah Satu Sumber Nutrisi Vitamin

1. Vitamin B1

Sifat Kimiawai
  • Larut dalam air, memiliki nama lain Thiamine.
  • Karena larut dalam air, vitamin ini mengalami pengurangan kadar pada saat sayur sebagai sumbernya melalui proses pencucian.
  • Tiamin merupakan komponen enzim Tiamin Piro Pospat (TPP) yang berperan dalam metabolisme karbohidrat.
Sumber Vitamin B1
  • Banyak terdapat pada kulit air beras dan gandum.
  • Roti putih dan beras giling tidak banyak mengandung vitamin B1.
  • Makanan kaya akan folat, seperti sereal, roti, biji-bijian dan makanan fortifikasi.
Manfaat Vitamin B1
  • Disebut juga sebagai anti neuritis, karena dapat menyembuhkan radang saraf tertentu.
  • Mencegah penyakit beri-beri.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin B1
  • Badan pangan dan nutrisi amerika serikat menganjurkan 1,1 mg tiamin perhari untuk wanita dan 1,2 mg per hari untuk laki-laki.
  • Kebutuhan tiamin semakin meningkat seiring aktifnya kegiatan seseorang, pada masa kehamilan dan menyusui, saat sakit disertai demam, dan pada orang yang mengkonsumsi alcohol.
Dampak Kekurangan Vitamin B1
  • Kekurangan tiamin atau TPP akan mengakibatkan tertimbunnya asam piruvat dalam sel.
  • Menyebabkan penyakit beri-beri basah dan beri-beri kering

 2. Vitamin B2

Sifat Kimiawai
  • Senyawa kimia vitamin B2 disebut juga Riboflavin, Laktoflavin, Hepatoflavin, Ovoflavin atau Renoflavin (C17H20N4O6).
  • Stabil dalam kondisi panas, jadi saat dimasak tidak berkurang banyak kadarnya.
  • Dapat rusak bila terkena sinar matahari.
  • Riboflavin berperan pada reaksi oksidasi reduksi pada metabolisme karbohidrat dan protein.
Sumber Vitamin B2
  • Susu, hati sapi , kuning telur, daging segar dan ginjal.
  • Wortel dan tomat juga mengandung riboflavin.
Manfaat Vitamin B2
  • Berperan dalam metabolisme karbohidrat dan protein.
  • Mencegah terjadinya gejala ceilosis dan glossitis.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin B2
  • Badan Pangan Nutrisi Amerika Serikat merekomendasikan 1,1 mg per hari untuk wanita dan 1,3 mg per hari bagi pria.
  • Untuk wanita menyusui dan hamil membutuhkan asupan riboflavin lebih banyak, yaitu 1,6 mg per hari.
Dampak Kekurangan Vitamin B2
  • Menyebabkan luka pada sudut mulut (ceilosis) dan radang pada ujung lidah (glossitis).

 3. Vitamin B3

Sifat Kimiawai
  • Senyawanya disebut juga Niacin. Larut dalam air.
  • Niacin bukan merupakan vitamin murni karena dapat di bentuk dalam tubuh dari asam amino tryptophan.
  • Asupan vitamin B3 tetap diperlukan untuk menjamin tercukupinya kebutuhan tubuh.
Sumber Vitamin B3
  • Hati, ginjal, daging sapi, daging unggas, ikan.
  • Kopi Instan, Roti yang diperkaya sereal dan produk susu.
Manfaat Vitamin B3
  • Membantu pembentukan energi dari lemak, karbohidrat dan protein.
  • Meningkatkan energi dengan pemanfaatan nutrisi secara optimal.
  • Berperan penting dalam perbaikan dan replikasi DNA.
  • Memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi kadar kolesterol dalam darah.
  • Menjaga kesehatan sistem syaraf dan pencernaan.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin B3
  • Direkomendasikan 14 mg per hari bagi wanita dan 16 gram per hari bagi laki-laki.
  • Anak-anak dan remaja memerlukan niacin lebih sedikit.
  • Wanita hamil dan menyusui direkomendasikan 18 mg per hari.
Dampak Kekurangan Vitamin B3
  • Dapat menyebabkan penyakit Pellagra.
  • Gejala pellagra berupa dermatitis dan luka seperti terbakar karena sensitive terhadap sinar matahari.
  • Gejala lain kekurangan vitamin B3 adalah mudah lelah, dementia, diare, dan insomnia.
  • Menyebabkan munculnya histamine yang menjadi pemicu alergi dan bronchitis.
  
4. Vitamin B5

Sifat Kimiawai
  • Dikenal juga sebagai asam pantotenat dan memiliki peran esensial dalam metabolisme energi seluruh jaringan tubuh.
  • Pemanasan ketika dimasak dapat menghilangkan setengah dari kadar vitamin B5 yang terkandung dalam bahan makanan.
Sumber Vitamin B5
  • Hati, ginjal, salmon, dan telur.
  • Kacang, kedele, jamur, brewer yeast, dan sayuran lain.
Manfaat Vitamin B5
  • Berperan dalam metabolisme energi di seluruh jaringan tubuh.
  • Membantu penyembuhan luka, menjaga kesehatan rambut dan kulit.
  • Berperan dalam mensintesis lemak, asam lemak, kolesterol dan fosfolipid.
  • Dapat menetralkan bahan berbahaya dari obat obatan, bahan kimia dan pestisida.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin B5
  • Orang dewasa dianjurkan sebanyak 5 mg per hari.
  • Anak-anak usia 1-13 tahun direkomendasikan 3 mg per hari.
  • Untuk bayi, dianjurkan 1,8 mg per hari.
  • Wanita hamil dianjurkan hingga 7 mg per hari.
Dampak Kekurangan Vitamin B5
  • Menyebabkan gejala kelelahan, sakit kepala, hilang konsentrasi, otot mudah keram, insomnia, hilang nafsu makan, kekebalan tubuh turun, gangguan pencernaan, dan pertumbuhan terhambat atau berat badan turun.
  • Orang yang berpotensi kekurangan vitamin B5 adalah orang lanjut usia, orang yang mengonsumsi obat penurun kolesterol, dan pengonsumsi alcohol.

5. Vitamin B6

Sifat Kimiawai
  • Nama lainnya adalah pyridoxine. Larut dalam air.
  • Merupakan factor esensial juga dalam berbagai reaksi biokimia metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
  • Senyawa pyridoxine berperan penting dalam menurunkan level homosistein darah yang menjadi penyebab penyakit jantung dan alzheimer.
Sumber Vitamin B6
  • Sumber utama vitamin B6 terikat pada protein dalam makanan. Seperti daging ayam, hati, daging sapi dan ikan.
  • Kacang dan biji-bijian (terutama biji bunga matahari), kedele dan sereal fortifikasi.
  • Sumber yang lebih kecil terdapat pada buah-buahan dan sayuran.
Manfaat Vitamin B6
  • Terlibat dalam metabolisme asam amino (protein). Kebutuhan vitamin ini meningkat seiring banyaknya konsumsi protein.
  • Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan metabolisme sel darah merah.
  • Penting dalam metabolisme lemak dan karbohidrat juga.\
  • Berperan dalam perubahan tryptophan menjadi niacin (vitamin B3).
  • Berperan menjaga kesehatan fungsi syaraf.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin B6
  • Untuk bayi, direkomendasikan 0,1-0,3 mg per hari.
  • Anak-anak 1-8 tahun direkomendasikan 0,5-0,6 mg per hari.
  • Anak usia 9-13 tahun sekitar 1 mg per hari.
  • Usia 14-50 tahun dianjurkan 1,3 mg per hari.
  • Usia diatas 50 tahun sebanyak 1,5 mg per hari.
  • Wanita hamil dianjurkan 1,9 mg per hari dan wanita menyusui hingga 2 mg per hari.
Dampak Kekurangan Vitamin B6
  • Dapat mengakibatkan dermatitis, batu ginjal, penurunan anti bodi (sistem kekebalan tubuh menurun), iritasi, anemia, turunnya kemampuan syaraf, pertumbuhan terhambat, mudah bingung dan depresi.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi homosistein, yaitu factor resiko penyakit jantung dan Alzheimer.

6. Vitamin B12

Sifat Kimiawai
  • Nama lainnya adalah Cobalamin. Merupakan vitamin yang larut dalam air.
Sumber Vitamin B12
  • Hanya mikroorganisme yang dapat menghasilkan vitamin B12, seperti Algae, bakteri dan jamur. Sehingga hanya terdapat dalam bahan pangan hewani.
  • Daging, unggas, ikan dan produk susu.
  • Hewan memiliki cobalamin dari mikroorganisme yang ada dalam tubuhnya atau pakan ternaknya.
  • Tidak ada makanan nabati sebagai sumber vitamin B12 kecuali makanan fermentasi seperti tempe, kale, bir, produk algae, atau akar akaran yang tumbuh bersimbiosis dengan jamur atau bakteri.
Manfaat Vitamin B12
  • Vitamin esensial untuk kesehatan darah dan sistem syaraf.
  • Seperti halnya vitamin B6, vitamin B12 juga dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung dan Alzheimer dengan menurunkan kadar homosistein.
  • Diperlukan untuk regenerasi sel darah merah.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin B12
  • Setiap orang yang berusia lebih dari 14 tahun dianjurkan memberi asupan sebanyak 2,4 jag/hari.
  • Bayi dan anak anak membutuhkan lebih sedikit dari orang dewasa.
  • Wanita hamil disarankan hingga 2,6 jag/hari. Dan wanita menyusui hingga 2,8 jag/hari.
Dampak Kekurangan Vitamin B12
  • Vegetarian dan lansia dapat berpotensi mengalami kekurangan vitamin B12.
  • Dapat menyebabkan anemia dan penyakit syaraf yang serius.
  • Dapat menimbulkan gejala hilang ingatan, dementia, berat badan turun, kehilangan keseimbangan, depresi ringan, dan masalah pendengaran.
  
7. Vitamin C

Sifat Kimiawai
  • Merupakan salah satu vitamin yang larut dalam air, memiliki nama lain asam askorbat.
  • Tidak dapat disintesis dalam tubuh manusia, sehingga kebutuhan vitamin C harus di asup dari suplai makanan.
  • Vitamin C sangat esensial dalam hidroksilasi prolin, lisin dan dopamine.
  • Vitamin C akan rusak saat terkena panas. Sehingga memasak sumbernya terlalu lama akan menghilangkan kandungan vitamin C.
Sumber Vitamin C
  • Buah dan sayur segar seperti jeruk, black current, tomat, jambu merah, manga dan strawberi.
  • Bawang, brokoli, bunga kol, kentang dan ubi jalar.
Manfaat Vitamin C
  • Mencegah dan mengobati sariawan.
  • Diperlukan untuk pembentukan kolagen, yaitu komponen yang menyatukan otot, tulang dan jaringan lainnya.
  • Memelihara kulit dan menyembuhkan luka, dan menjaga kesehatan gigi serta membantu penyerapan zat besi dari makanan.
  • Melindungi perut dari komponen toksik yang biasa terdapat pada daging olahan.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Kebutuhan Harian Akan Vitamin C
  • 75 mg perhari untuk wanita dan 90 mg per hari untuk laki-laki.
  • Wanita hamil 85 mg per hari, wanita menyusui hingga 110 mg per hari.
  • Untuk mengurangi penyakit kronis, vitamin C dianjurkan dikonsumsi hingga 120 mg per hari.
  • Batas aman konsumsi maksimum vitamin C adalah 2000mg per hari, bila lebih, dapat menimbulkan dampak negative bagi kesehatan.
Dampak Kekurangan Vitamin C
  • Nyeri pada tulang, otot terasa sakit, udema, lemah, anemia dan hyperkeratosis.
  • Dapat menimbulkan penyakit mengerikan yang disebut scurvy. Gejala awal penyakit ini adalah luka pada kepala, dan gusi gigi menjadi merah dan membengkak. Dapat menyebabkan tanggalnya gigi.
  • Menghambat penyembuhan luka.
  • Menyebabkan sariawan.



Demikian penjelasan mengenai macam-macam vitamin yang larut dalam air dan manfaatnya yang dapat nutrielife bagikan. Semoga kita semua dapat meningkatkan kesehatan kita dengan menjaga asupan nutrisi dengan nutrisi vitamin yang mencukupi kebutuhan kita. Kunjungi kembali situs nutrielife.com sebagai sumber referensi masalah kesehatan keluarga sobat. Salam sehat-nutrielife.com.

0 Response to "Macam-Macam Vitamin Yang Larut Dalam Air, Ini Manfaatnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah 2

Iklan Bawah Artikel